Title AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR FENOLIK TOTAL TEH HERBAL DAUN KELOR (Moringa oleifera (L.) Lamk.) PADA VARIASI TEKNIK PENYEDUHAN
Edition
Call Number KF 1689
ISBN/ISSN
Author(s) CHRISTOPER - Personal Name
Liliek Nurhidayati - Personal Name
Umi Marwati - Personal Name
Subject(s) Kimia Farmasi
Classification
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher FFUP
Publishing Year 2017
Publishing Place Jakarta
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK
(A) CHRISTOPER (2013210040)
(B) AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR FENOLIK TOTAL TEH HERBAL DAUN KELOR (Moringa oleifera (L.) Lamk.) PADA VARIASI TEKNIK PENYEDUHAN
(C) xiv + 47 halaman; 6 tabel; 10 gambar; 20 lampiran; 7 istilah
(D) Kata kunci : Moringa oleifera (L.) Lamk, teh herbal daun kelor, antioksidan kadar fenol total, metode DPPH (2,2 difenyl-1-picrylhydrazyl), spektrofotometri cahaya tampak
(E) Daun kelor mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, tannin, minyak atsiri, fenolik, niazimicin dan benzil isotiosianat yang berfungsi sebagai antioksidan. Golongan senyawa fenolik terdiri dari berberapa senyawa kimia yang dapat terekstraksi oleh pelarut air pada suhu dan waktu tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai konsentrasi peredaman 50% radikal bebas (SC50), dan menentukan kadar fenolik total dari ketujuh variasi teknik penyeduhan antara lain : hard infusion, soft infusion, cold infusion, ambient, puree, chilled, dan decoction, sehingga diperoleh teknik penyeduhan dengan nilai SC50 dan kadar fenolik total yang optimal untuk diaplikasikan dalam produksi industri teh herbal siap minum. Ketujuh variasi teknik penyeduhan didasari oleh perbedaan suhu dan waktu yang digunakan dalam penyeduhan. Dalam penelitian ini aktivitas antioksidan dan kadar fenolik total masing-masing diukur dengan metode DPPH dan spektrofotometri cahaya tampak. Teknik hard infusion merupakan teknik penyeduhan yang paling baik diantara keenam teknik lainnya karena teh herbalnya memiliki nilai SC50 dan kadar fenolik paling optimum yaitu sebesar 112,33 μg/mL dan 87,56 μg/mL. Hasil ini kemudian disusul keenam teknik lainnya antara lain: soft infusion, chilled, puree, decoction, ambient dan cold infusion. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan terdapat korelasi positif antara kadar fenolik total dan aktivitas antioksidan yang dihasilkan. Hal ini juga membuktikan bahwa temperatur dan waktu penyeduhan berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan dan kadar fenolik total yang dihasilkan.
(F) Daftar Pustaka : 35 ( 1997-2017 )
(G) Dra. Liliek Nurhidayati, M.Si., Apt. ; Dra. Umi Marwati, M. Si.
(H) 2017
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous